Keep on Moving and Believing

Keep on Moving and Believing

Cari Blog Ini

Rabu, 29 Desember 2010

When you say 'I love you'



“I LOVE YOU….”

It’s so sweet & tender

Am I dreaming?
The words that you say
Make me fly away
Bring me back
To the world I live

Unreal….
You seem so unreal
Though you’re stood
Still…
In front of me….

Searching….
Yes, I am searching…
The honesty
On the lines you said

Looking deep into your eyes…
Please say it again….

“I LOVE YOU….”

My heart is bumping..!!
Are the words you said true …?

I don’t know….
Or
May be …
I just don’t care….
Cause deep inside my heart…
I know that you knew…
This heart belongs to you.

I LOVE YOU TOO…..


Tentang Rasa



Keinginan itu terus menerus menggodaku
Dari segala penjuru
Coba jerumuskan aku

Sanggupkah aku
Menahan semua rasa itu
Membenamkannya seolah tak pernah ada
Atau
Haruskah kuteriakkan pada langit
Dan perjuangkan segenap asa yang membuncah

Tuhan,
Mengapa Kau titipkan rasa ini
Rasa yang tak pernah sampai
Rasa yang merobek-robek dinding pertahananku
Rasa yang menyayat hati,
Goreskan luka...
Mengoyak harga diri...


7 Desember 2010
19:25

Ordinary woman


Ordinary woman in her the extraordinary world.

Wanita biasa dalam dunia nya yang luar biasa.
Sengaja gw coret, dunia ini bukan milik gw doang kan… ?

Sumpah ga terasa… 2010 berlalu begitu cepat. Hari ini udah 29 Desember 2010, yang artinya tersisa 2 x 24 jam lagi menuju tahun yang baru. Tahun ini banyak meninggalkan kesan yang dalam banget buat hidup gw.
Kenapa?
Karena gw benar-benar menikmati, meresapi every single moments that happened.
Feel it all deep down here, in my heart. Hidup jadi berasa penting banget, berkah banget. Pokoknya 2010, gw banget. I feel free to be myself. Makanya gw pengen menuangkan semua isi kepala disini. Takutnya waktu gw udah habis, tapi belum banyak mengungkapkan sesuatu yang ada di kepala & dada ini (baca; pikiran & perasaan).
Ehm…
Pertama & yang paling utama siy pengen berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Allah Yang Maha Segalanya
Terima kasih telah memberikan kasih sayang dan cintaMU yang tak terbatas, meski kerap kali tak terbalas.
Demi langit, bumi dan apa yang ada diantara keduanya, semua kuasaMU…..
Aku tetap tunduk memohon….
Temanilah langkahku yang kadang kuat selami lautan kehidupan, namun sering kali rapuh ditelan gelombang.
BersamaMU aku tegar.

2. Prophet Muhammad
Terima kasih telah menjadi teladan bagi kami. Jauh masa, tidak mampu musnahkan kerinduan kami padamu ya Rosul. Jatuh bangun, terseok-seok kami berusaha, demi bisa mencontoh pribadimu. Semoga.

3. Alm. Bokap, Alm. Ade & Alm. Mbah gw
Terimakasih telah memberikan pengalaman-pengalaman hidup yang berharga.
Alm. Bokap pernah bilang : “ istirahat itu nanti kalo mati” * menarik nafas dalam-dalam* ini yg bikin gw terus semangat !!
He’s my greatest inspiration. Speechless.

Alm ade gw yang selalu memberi tanpa berharap kembali. Salut dengan semua perjuanganmu de…
Aku percaya kamu bahagia disana.

Kemudian, ingatan gw jatuh pada suatu sore di dapur rumah Alm Mbah gw. Kami duduk berdua di depan angklo (kompor tanah liat dengan bahan bakar areng). Ketika itu beliau menanyakan perihal kepergian Alm. anaknya (Bokap gw). Aku bercerita, mengalir begitu saja…tampak jelas raut wajah beliau mendengarkan, menyimak, sedih sekali. Kita berdua diam sesaat. Kemudian beliau memandang ke arah gw dan berkata: “urip kuwi karek ngelakoni wae nduk.. (hidup itu tinggal ngejalanin aja, nak)” suara beliau pelan banget, sedikit parau seperti tercekat, tapi makna dibalik untaian kalimatnya dalem banget
* hiks, I feel tears on the corner of my eyes*
Siap Mbah…!! I do believe that God’s scenario is the best.
Gw akan terus belajar memaknai, menerima, setiap ketetapan takdir.



4. Polar Bear
Terima kasih ya, sudah sempat mampir dalam hidup gw. Berarti bangeeeet.
Ingat, kalo di kutub, es-nya dah pada mencair dan kamu ga punya tempat lagi untuk berpijak, maka bergantunglah pada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus dan ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Al Baqarah : 256).
Kehidupan ini adalah milikNYA.
Yakin aja kalo Allah sayang sama kamu. Begitu juga aku.
Mulai sotoy neh.. !! Biarin deh, menularkan apa yang gw percaya, boleh kan?
“Life is like a riding a bicycle, to keep your balance you must keep moving”.
So, apapun yang terjadi, bersepedalah!! Loh? He he… Maksud gw nikmati sajalah. Kan semua pilihan hiduplo ada ditanganlo
“Should I wait the storm to pass or dance in the rain?”
Halah … sok ber filosofi lagee..!!
Thanks ya Dude..!!
You mean a lot to me, and when I said a lot, I mean it…!!

5. Nyokap, my bros & anak2 gw
Terimakasih ya Mak, atas semua-muanya. Muaacchh… Kalo dibuat daftar jasanya, ga akan kelar .
Priceless. Unspoken.

Tomat; thank you bro, dah jadi tk. Ojek gw, nemenin gw meraih mimpi, menjadi orang tertinggi di P. Jawa…mencapai puncak Mahameru, mengajari gw untuk mengaca pada diri sendiri, dan banyak lagi… dan banyak lagi… you’re the best bro..!!

Boyor; thank you bro, lawakan-lawakan segarnya… supportnya saat gw melewati pembelajaran hidup th. 2008, he he…sekarang gw dah bisa ketawa mengingatnya. Cengeng & bodoh banget yak gw waktu itu??!!
Tapi katalo: “tersenyumlah… apapun yang terjadi!!”
Thanks to allow me to be called “Ibu” for your babies. Hope I can be real Ibu for my own (unborn) children. Cita-cita gw, empat… !! amin.

Terong; tengkyu… dah jd tk. ojek dadakan, guru gitar, musik & bola. Thanks juga dah sering nyolot!! Ngetes mental, kesabaran juga keihlasan. Bodor banget siy lo, tapi paling ga sakit atian…!! Mengamatilo yang hidupnya super santai dan kayanya berprinsip : hidup cuma buat hari ini doank (kedepan nye, au ah gelap). Gw juga bisa belajar banyak, paling tidak untuk tidak khawatir sama yang namanya rezeki.



Jess, Star & Flower; terimakasih ya, anak2 ibu atas semua senyum, tawa, rengekan manja, tingkah polah cari perhatian, pertanyaan-pertanyaan kritis unexpected dan lagu sambutan hangat “ ibu pulang, ibu pulang.. bawa oleh-oleh” he he… I can even picture it all now on my LCD screen. I love you all kids.

6. My others mother
Mommy ; terimakasih telah menjadi bos, sahabat & mommy. Terimakasih untuk banyak kesempatan yang engkau beri, untuk semua malam2 panjang yang pernah kita lalui bersama, bukan hanya berfilosofi, tapi mencoba memahami makna hidup agar lebih berarti. The bravest woman I knew is you. Thanks mommy….
Mamah; terimakasih mah… mohon maaf belum sempat balas semua jasamu, namun jauh didasar hati ini berharap bisa menjadi seseorang yang kau mau.
You never alone mah.... I'm here with you.

7. My closest neighbors which now become my sisters
Thank you sisters…!! Ade Anis, Boim, KK, Ade, Uni kopi, Va-Vi. Dalam sms terakhir gw : « Meski beda generasi, kalian tetap memberi arti, bikin hari2ku jadi pelangi. Indah penuh warna-warni.girls, kejarlah semua mimpi & tetaplah jadi diri sendiri. Chayo.. !! »


8. Sahabat-sahabat lama gw
Boe2, Bajaj cs … thanks ya…dah selalu ada saat senang apalagi susah. Pernah mikir ga.. dah berapa lama kita temenan?? ….. (isilah titik2 ini). Tetap ga ada matinye..!! gas teruss….* I like it*


Genk Ember, thanks ya..terutama teman sebangku gw , don’t worry be happy-nya masih gw inget koq sampe sekarang.

Sang pelukis & sang pemikir yang sekarang produktif banget regenerasi… he he..!! kapan-kapan ajak para junior cicipin tenda dwuonk…!! Thanks ya bro, dah jadi satu episode dalam hidup gw. Ngakak bareng di pinggiran jalan kemang, makan nasi goreng yang telornya selalu lo kasih gw, dah ngajakin tanding nambah mie pangsit ibu ina, makannya mirip orang kesetanan, engga pernah kepikiran diet (masih kurus siy..!), dah jalan2 ke yogya dan berakhir di Gn. Lawu.



Malih, Ndul n Eis : tararengkyu… buat bala-bala anget yang dibungkus kertas koran, save us from starving, buat jadi partner bisnis jilbab gw yang sehari bisa mcapai omzet 1 juta (ukuran yang lumayan di tahun 2000an) tapi di lain hari bahkan ga laku sama sekali, buat belajar bersama, buat jadi teman sekelompok, buat jadi bank sementara, for lending me your shoulder to cry on and for sharing all thought and feeling. Now we’re even closer than before. Thanks sisters.

Sahabat-sahabat lain: paul, omes, bosnia, canard, semua teman2 kantor yang dulu-dulu, yang sekarang & yang lain-lain, kalian tetap memberi arti tersendiri. Thanks ya…

9. Sobat-sobat baru gw, yang baru kenal dan dekat di tahun 2010 ini
Kita memang baru kenal.
Tetap gw berterimakasih sudah mau bersahabat dengan gw.
Buat tim P. Seribu; thanks, dah bolehin kita gabung and ngajarin snorkeling di P. seribu.
Buat tim Semeru; thanks, buat semangatnya yang pantang menyerah, buat ngos-ngos2an nya, buat pengalaman yang ga pernah terlupa, buat bekas jahitan yang ada dipunggung tangan kiri gw. Berkesan banget.

Snorkeling and  Hiking.
Laut & Gunung. Dalamnya lautanMU, tingginya pancang-pancang tiang gunungMU serta luasnya LangitMU, buatku merasa keciiiil sekaliiii…!!
Allah Maha Sempurna.















Buat tim Touring; thanks ya… asik, seru, full of surprise.
Kapan lagi memecah kemacetan puncak & gokil bareng?
@bajaj ; thanks dah minjemin motor sirinya.
Track terjauh gw tuh, walaupun musti penuh tambalan layar tancep (koyo) sesudahnya, gw rela koq, daripada jadi “air bag” di belakang para penyamun…
(sistem rem mendadak?? Ah…taktik kuno)… xixi


10. My secret admirer
Makasih buat player; gw belajar banyak dari elo. Bagaimana menyimpan semua perih dan mengubahnya menjadi senyum. Belajar ikhlas, sabar juga memaafkan.

Terima kasih juga buat secret admirers, pengagum ga jelas yang ga ada putus-putusnya sms, miscol tengah malam, perhatian ga penting, de el el. Sumpah gw ga bete… Cuma sebel..!! he he sama aja yak? Biarin aja deh, ambil positifnya!! Apa yak?? Bingung…..

Tak luput untuk berterima kasih kepada tk. Ojek auri, supir angkot m20, supir bis agra mas, tk. ojek cibitung, supir taxi, tk. bubur, tk. Gado-gado, pedagang kaki lima, pengemis jalanan, street entertainer and all supporting agent in my life.
Ha ha ha… Apa coba?? Ya.. semua yang setia menemani hari-hari gw.
Gw belajar banyak koq dari kalian. Misalnya, menahan emosi dalam angkot panas pada saat macet. Duh bang, ngapain juga mencet klakson berkali-kali, berisik tau..!! dah tau macet. Trus, ngapain juga maki-maki, mending ada yang peduli. Keadaan ga berubah kan? Tetap macet eh ditambah lagi stress, pusing. Kenapa ga baca Koran aje, ngobrol keq, apa keq, sesuatu yang ga bikin bĂȘte. Ampun… mikir dikit ngapa???!!
Loh koq jadi gw yang emosi. Tuh kan gw belajar dengan cepat..!!
Pokoknya tengkyu deh untuk pemandangan juga pembelajaran di pagi, siang dan malam hari. Gitu aja.

Sekali lagi, apa-apa yang tertulis diatas tetap belum bisa mewakili semuanya. Kehadiran para figuran juga memberi makna dalam suatu obrolan singkat kami. Buat yang terlupa, yang perlu trigger untuk mengingatnya, aku pun berterima kasih….

Buat semua yang telah ALLAh beri, titipkan… aku bersyukur, berterima kasih.
“Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar rahman)

Bagian terima kasihnya, jadi berasa kaya nulis skripsi neh. He he…

Next, I recorded some big moments in my life:

February
24;   extremely happy to have this ‘twist of fate’ meeting with polar bear on Jl. Benda, Kemang
26;   ngaji rame-rame ke Monas, sekalian sunbathing. Jadi penting untuk ditulis karena jarang banget bisa ngaji bareng kaya gini.



April
10, 11;   riding motorcycle, touring to puncak. 















May
23;   melepas masa lajang seorang adik.
29, 30;   sight seeing @Kota Tua, Muara Angke & snorkeling @ P. Seribu














July
4;   tour ke anyer bareng anak-anak Kemang VI... place where I grew up.





























27;  si putih, kelinci gw melahirkan 9 bayi mungil. Hebat…!! Mupeng deh gw tp ga sampe ngeces.

















September
21;   Mission accomplished. Mahameru 3676 mdpl. Hadiah ulang tahun terindah.


















October
12;   Finally, get connected… again.

November
20 Becoming a taman safari model. He he… satu doa sahabat dikabulin… tinggal satunya lagi nih becoming a smart writer. Amin..!!




















December
4;   nonton bola Indonesia vs Laos “live” di GBK, Senayan. 6 – 0 kemenangan telak milik Indonesiaku. Jadi inget, terakhir nonton bola bareng sama alm. Bokap


Gw anggap all big moments sebagai pencapaian sebagian mimpi-mimpi gw ditambah dengan aktivitas nge-blog, nulis notes di FB and bikin resensi. Gaya banget kan??

Di sisi lain, ada hal-hal yang bikin gregetan sendiri karena ga bisa megang komitmen & belum berusaha maksimal :
- Hafalan
- Lanjutin kuliah
- Belajar bahasa asing
- Nabung

Tahun depan harus lebih semangat lagi…!!
Dan sepertinya guratan tinta ini sudah cukup deh. Sampai disini.

Terakhir, gw percaya bahwa semua mimpi gw bakal jadi kenyataan.
Dengan semua keyakinan, kerja keras dan doa.
It will come true, sooner or later… 

All we need is just a little patience…
(Patience by Guns ‘n Roses)

See, how extraordinary world that I have?
Dan semuanya berawal dari mimpi-mimpi yang perlahan menjelma ke alam nyata.

Rabu, 08 Desember 2010

(true) Love Story


You came into my life
Offering new hope
Mend my broken heart

Time by time
Get me closer to you
We share our laugh, our story and our secret well

Then…here comes the time
“I love you”
“I want to make you happy“
Those words you said seem so real
Convincing
And I’m flying into the sky

Sweet
When  love is in the air
The vibration
The miss
The love
The kiss
Everything looks great
Perfect

But then…
Quickly evaporates
When trust turns to betray
Love changes to hate
Honesty paid back by dishonesty

Ooh… I am falling into pieces
Taking all the risk
Alone
Never been admitted
There’s love between us
Or it might be just a passion
Temptation
Compassion
                         
You..!!!
Abandon me
Hurt
Humiliated
Dazzling with questions
Is it because I didn’t pass the test?
Is it because there’s someone else with you?
Is it because I misread all those signals?
Or
I am just too stupid to understand
That you and me are not meant to be


Darling,
I have lose you once
I knew how to deal with the feeling
If I have to lose you once more


Bye lover….


Early  Muharram 1st , 1432 H
7  Desember  2010
02:05 am




















Jumat, 19 November 2010

Selasa, 26 Oktober 2010

Mountain Climbing - part II

23.00 – 09.00 @ Ranu Pani
Mr. Jeep’s driver dropped us by @ Ranu Pani base camp. We should re-register but the place was closed. Loh… mulai ngaco niy bahasanya… campur2…!!
Hayo, kembali ke jalan yang benar.
Ehm, suasana hening menyambut kedatangan kami. Deru mesin jeep baru berhenti. Dipos pendakian ranu pani ini, kami harus memberikan surat ijin plus cek kelengkapan, tapi pos sudah tutup... jadi mungkin baru bisa dilakukan besok pagi.
Pak supir segera meninggalkan kami setelah urusan ongkos selesai. Kami sepakat, 120 ribu/ 2 orang, sampai di tempat. Thanks Mr. Jeep’s driver.

Dari pos pendakian Ranu Pani, terlihat ada beberapa orang yang berteduh, lengkap dengan carrier-carrier besar mereka. Sepertinya baru saja menyelesaikan pendakian dan sedang menunggu hujan reda, atau mungkin juga sengaja menginap dan akan kembali ke arah kota keesokan harinya. Beberapa pasang mata yang masih terjaga, mengamati kami... mengangguk... saling melempar senyum dan memberi salam. Ramah. Ciri khas para backpacker. Kami mendekat ke arah pos, bertanya apakah ada yang mengetahui dimana rombongan teman2 kami. Dengan menyebutkan beberapa ciri2 mereka, informasipun kami dapat. Ada yang menyebutkan mereka di pos/shelter atas, 200 meter menanjak ke arah kanan atas. Kamipun segera kesana. Berjalan ditengah gerimis tanpa jas hujan, cukup membuat basah pakaian kami. Dingin. Hembusan nafas kami membentuk asap dan seperti anak kecil, gw senang banget. Semakin sering menghembuskan nafas... bermain-main dengannya. Rahmat memainkan lampu senternya, mengarahkan pada bangunan besar disisi kanan kami. Bangunan berdinding tembok tersebut sempurna berdiri, tanpa cahaya. Gelap. Seperti tak berpenghuni. Jalanan yang mengarah kesitu...tanah, ga becek siy.. tapi tetap aje, ...licin tong!!
Gw berjalan berjingkat, pelan-pelan mendekat.
”Assalamu alaikum...!!”
”Wa a’laikum salam...!!” serempak suara menyahut dari dalam...”Masuk, masuk...!” Alhamdulilah ada suara dari dalam, artinya ada penghuninya (manusia... dan bukan yg ”invisible”)
” Permisi yak... ikutan neduh. Maaf, ada anak2 dari pd. Gede ga?”
” Nga ada mba..!! masuk aja dulu... ujan!!”
Mereka membuka pintu, mempersilahkan masuk dan memberi kami ruang untuk berteduh.
”Darimana niy ? berdua aja? naik apa?”.. satu persatu mereka menanyakan perihal kami...obrolan pun berlanjut. Ternyata dekat pos bawah juga ada shelter tempat para pendaki ”numpang tidur” sebelum memulai petualangan. Dari obrolan kami, aku menangkap info, sepertinya gerombolanku ada disana. Malam semakin larut, kami semua yang berada di shelter ini, ternyata sama2 baru sampai dan baru akan ’naik’ besok. Lelah... obrolanpun semakin tak mengarah. Lama kelamaan.. kamipun tertidur dalam sleeping bag kami masing-masing. Tumplek blek koyo iwak wader.... nah lo apa lagi tuch?!!@#$#%$^%&^*&* ..Mumet!!
Mungkin sekitar jam empatan kali ya...gw mulai berasa mo pepsi. Lamat lamat gw dengar suara orang mengaji dari speaker mushola, disekitaran sini. Duuuhhh... rasanya ga tahan lagi. Kudu buru-buru pepsi daripada ngompol disini..!!
”Oi.. ada yang tau ga, mck dimana?” tanyaku
”Nga ada mba... musti turun ke bawah, dekat pos.!” seseorang dipojok sana menjawab.
”Dibawah sana?” tanyaku lagi... memastikan.
”Iya...” jawabnya pelan. Masih mengantuk rupanya.
Gw minta senter ke Rahmat dan segera turun ke bawah. BBbrrrrrrr..... udara dingin menyembul ketika aku membuka pintu. ......!!!!!! Sueepiii... sekali.
Gw benar-benar menikmati suasana begini. Berjalan pelan ke arah pos bawah. Rintik hujan kecil-kecil membuatku sedikit basah. ehmmm.... Dingin...segar atau Segar dingin..??? alah… malah iklan…!!
Dipos bawah, beberapa orang terlihat masih tidur lelap, ada yang tidur dibangku panjang berselimut sarung kotak-kotak, beberapa lainnya mencoba bersembunyi dibalik sleeping bag & carrier mereka. Aku melintas, melalui pos, mcknya berada 50 m ke arah kiri. Sejurus setelah urusan kelar, balik ke camp lagi. Bukan berjalan lagi...kini gw setengah berlari karena hujan ga mau kompromi. Jadi deh subuh2... sprint !!

Jam 7 pagi, hampir semua rombongan yang ada dibase camp dah pada bangun dan mulai beraktifitas. Ada yang bermalas-malas, ada juga yang masih molet ga jelas. He he he…!
Diluar sudah terlihat sedikit terang, meski matahari masih malu malu menampakan diri, seperti sengaja sembunyi dibalik awan. Hujan masih setia meneteskan bening airnya.

Gw bergegas bangun, berjalan penasaran...ke pos bawah lagi, mencoba mencari teman2 gw yang dari Pd. Gede. Disini HP dah mati gaya... ga da sinyal bow..!! Aku berkeliling, menyapa beberapa orang penduduk kampung yang sedang asik ngopi. I can even smell the coffee... wangi gila..!! kalo nga takut maag gw kambuh mah, pengen juga...! sayangnya pikiran gw pada ”nyeri lambung” justru mendominasi. Phuuuh... ga ngopi dulu deh, daripada nyusahin diri sendirinya nantinya.
Abis bertegur sapa dengan mereka, gw baru tahu ternyata ada beberapa tempat yang dipake anak2 buat nge camp sementara. Aku mendatangi salah satunya, setelah permisi... gw memanggil mangil nama2 teman gw...!! Jhawa....Tole... Dwi... Ayu... Jose...!!
Weleh-weleh....tiba2 si Jose loncat..! Rekfleknya bagus juga atau kaget ? tau deh ?? ha ha...yang terpenting ” Ketemu deh..!! ”
Seketika itu pula...suasana berubah menjadi haru biru...
*mulai deh... Lebay nya kumat*

Day # 04> Monday, 20 Sept 2010

09.00 – 10.00 Sarapan & siap-siap menuju ranu Kumbolo. Hari ni banyak juga yang mo naik. Ada beberapa tim, diantaranya MAPALA dari Sahid – Tebet, Tim gabungan Kura-kura Adventure – Tangerang & tim Semarang, trus timnya Ambon, Siska, Anggi & d’gangs, terakhir... tim gw deh..!! Lumayan lah kurang lebih 35 orang.
MAPALA Sahid berangkat paling dulu, disusul oleh Ambon & d’gangs... kita mah .... nyantai aja dolo..!!
10.00 – 17.00 Jam dinding menunjukkan pukul 10 pagi, cuaca mulai bersahabat. Setelah berdoa bareng dengan tim dari Tangerang & Semarang Petualanganpun dimulai...!!




”Hangat mentari sentuh jiwa ini.
Hati yang sunyi... bersemi kembali.
Riang hati ...
Ringan kaki....
Terima kasihku ya Rabbi....
Atas semua nikmat ini!!!”
Sebait kalimat sakti,
kutanamkan dalam diri,
awali perjalanan kami.
SEMANGAT menyala, berapi-api!!!

Jarak Ranu Pani – Ranu Kumbolo tidaklah jauh, sekitar 10 km melalui jalan setapak, biasanya bisa ditempuh dalam waktu 3 – 4 jam, tergantung pada banyak hal. Kekuatan fisik & sikon jadi faktor penentu utama. Dan..... spesial buat gw, semangat yang menyala-nyala di awal pada akhirnya terkalahkan dengan kedua faktor tadi. Xixi... belum lagi ditambah faktor ”U”... he he.. *AmbLeS.com*.
Kami sampai tempat tujuan berbarengan dengan tenggelamnya mentari di ufuk barat. Lama banget kan?

Cuaca yang tadinya cerah ketika kami berangkat naik, segera berganti dgn hujan deras, membuat perjalanan kami terseok-seok. Beban dipundak terasa smakin berat. Jalanan yang terus menanjak, becek & licin begitu menguras tenaga sehingga kami sering berhenti untuk beristirahat, melemaskan dengkul juga pinggang, rukuk berjamaah sekaligus mengatur nafas. Inhale...eeehhhmm. Exhale, huuuaaahmmm.



Sebenarnya track menuju Ranu Kumbolo tidak begitu berat tapi untuk gw yang dah lammmaaa banged ga naik gunung, perjalanan kali ini lumayan ’nendang’. Selama perjalanan, beberapa kali gw terjatuh, ehm.. kalo diitung-itung mah ada sekitar 8 kali-an lah. Banyak jebakan off side, alias beucek abizz, pake sendal pula.
No wonder deh..!

Kami berhenti di setiap pos yang kami jumpai. Minum & membuka bekal, makan rame2 & foto2. Uhuyyy...!!
Suara burung-burung hutan, bikin suasana tambah ’hidup’. Sesekali kami harus merunduk karena banyak pohon tumbang yang menghalangi jalan kami. Buat yang bawa carrier gede terkadang harus setengah berjongkok. Seru, seru, seru....!!!



Ehm, Ranu Kumbolo sudah terlihat dari pos terakhir, di atas sini. Suguhan alam nan elok mempesona menguapkan semua keluh & peluh. My mouth was fully shut up, amazed by the beauty of nature. SubHanALLaH.....




Saatnya nge-camp @Ranu kumbolo. Becek-becekan, but that’s okay... Thanks to team Ribay yg langsung menyuguhi kami teh hangat. Thanks banget banged bro..!! setelah mendirikan tenda, ganti baju, masak deh di depan tenda. Menunya special ala chef Rahmat : lontong, abon plus sambel kacang. Acara selanjutnya :
Apa aja boleh...ngopi + ngobrol begadang-an, curhat.com atau bobo juga boleh. pilihan nya terserah masing2. Gw mah pilihan yang terakhir aja dah.



Day # 05> Tuesday, 21 Sept 2010

07.00 – 11.00 @Ranu Kumbolo
Menikmati Sun Rise dipagi hari, sambil berjemur. Bukan.. bukan berjemur ”sunbathing” ala bule2 di Kuta, Bali tapi berjemur pakaian, jaket, SB dan apapun yg basah dari perjalanan kemaren. Termasuk menghangatkan diri.
Sarapan pagi, sambil nge lobby kanan kiri.. lumayan lah lama2 perut penuh terisi.




11.00 – 14.00 Ranu Kumbolo – Kalimati
Matahari mulai meninggi, kami packing dan bergegas pergi. Menuju Kalimati, diawali dgn doa, lalu ”Tanjakan Cinta”... sarapan pertama kami.

Pernah dengar ”cerita” dibalik tanjakan cinta?
Belum?
Sama dong..!!
Aiu & Dui pun bercerita. Begini inti ceritanya:
Kalo kamu punya kekasih impian, dan menginginkannya untuk jadi bagian dari hidupmu – soulmate gitu deh. Pas nanjak, kamu harus fokus mikirin dia seorang dan nga boleh nengok ke belakang, meskipun ada yang memanggil dan impian kamu bakal tercapai (katanya siy...)

Ehm... keliatan siy landai, tapi beud... ampun DiJe. Nafas dah kaya abis marathon. Ngos-ngosan...! rajin joging, sepedaan, renang, yoga... ternyata ga ngejamin bakalan nga ngos2an. Ha ha ha.. diketawain Rahmat deh gw...!!




Suguhan berikutnya, oro-oro ombo. Padang ilalang yang tinggi memberi kesan ”wild nature”. Keren banget. Kami sengaja mengambil jalur bawah, agar dapat merasakan tamparan hangat ilalang yang tingginya melebihi tubuh kami. Hari ini cuaca penuh kompromi. Semakin mendekat kami ke Kalimati, edelweis disana sini. Aromanya serbak mewangi, punya ciri tersendiri.
Momen ini takkan terlewati. Ambil gambar, fota-foto terus... Cheesee... katakan ”keju”... *versi Dui*

Diujung sana, Semeru gagah berdiri. Tunggui kami...


14.00 – 23.30 Tiba di Kalimati, mendirikan tenda & ishoma
23.30 – 07.00 Kalimati – Puncak Semeru
Jam 11 malam, anak2 dah pada teriak2... bikin gw yang lagi terlelap, akhirnya bangun juga. Keluar dari sleeping bag, masih riyep-riyep, tapi suara berisik penuh semangat dari luar buat gw ikutan semangat. Judulnya semangat menular. He he...
Setelah molet-molet dikit dan bersiap, gw keluar dari tenda. Subhanallah..... Malam ini cerah sekali. Full moon bright. Bulan purnama penuh mengirimkan cahayanya. Berjuta bintang berhamburan dilangit. Cerah sesuai harapan kami. Alhamdulillah setelah berhari-hari hujan, malam ini akhirnya cuaca bersahabat. Terima kasih ya ALLAH....
Senang deh.... terang kaya gini, sepertinya bakalan ga perlu senter. Tapi gw tetap bawa. Well, it’s a perfect time for summit attack.
Berdoa bareng tim nya ambon and then... Go...go..go.., semangat!!

Jangan ditanya deh, gimana perjalanannya menuju puncak.
Setelah mendaki melewati belantara, plus rebutan oksigen ma pohon2 yang gede-gede, akhirnya kami sampai di kaki semeru. Tracknya sudah beda. Pasir, kerikil dan batu. Nanjak... merosot.. nanjak lagi.. merosot lagi... ga ada pegangan, ga ada tumpuan, semuanya serba merosot. Bener juga kata dui n aiu.. satu langkah maju, dua langkah mundur... kapan nyampenya? Mana gw cuma pake sendal doang. Tambah merosot deh. Sementara udara dingin mulai menembus jaket, kulit dan menusuk tulang. Bbrrrr....
Kaki gw mulai kebas oleh hawa dingin. Sendal dah gw lepas dari tadi, jadi cuma pake kaos kaki aja... dan ternyata, sudah bolong2 semua, terkena kerikil2 tajam. Luka sudah terasa. Rahmat berbaik hati, meminjamkan sepatu, gantian dia yg pake sendal. Rombongan gw yg lain, sudah jauh diatas kami berdua. Gw tinggal sama rahmat, dan mulai disusul oleh rombongan dari Tangerang & Semarang. Motto gw : alon-alon asal kelakon... (jawa banged..!!)


Day # 06> Wednesday, 22 Sept 2010

07.00 – 09.00 Puncak Semeru
Beberapa puluh meter sebelum puncak, gw bertemu dgn timnya ambon. Mereka sudah mau turun....wkwkwk.. !! jadi malu... secara berangkatnya bareng, uhhuuuyyy..! Mereka nyampe jam 4 pagi dipuncak, pake acara menggigil.com, dingin abiz., mereka sampe cari2 tempat bersembunyi dibalik batu, untuk menghadang angin. Ya iya lah dingin banget pastinya, subuh2 gitu loch !! Untungnya kita nyampe pas matahari sudah absen. Tapi sayang ga bisa liat sun rise, dan yang lebih disayangkan lagi, tim gw ga semuanya sampe. Sedih deh..... tapi karena kram perut, mereka harus kembali ke kamp @ kalimati. Jhawa, Dui, Jose, Aiu... kayanya musti balik lagi deh ke semeru...!! ingat 5 cm.....( kaya yang udah baca aje niy gw...!!)
Akhirnya sekitar jam 7 pagi, sampai juga di puncak.. MAHAMERU...!! Duuh... bener2 pengen nangisss...!! eh dah keduluan ma yg lain... hiks..hiks.. rasanya ga kan bisa diungkapin dengan kata2 deh. Dada ini penuh. Bersalam-salaman saling memberi selamat kepada tim yg dah pada sampe puncak, memberi senyum 3676 mdpl, foto-foto bareng. Eeehm, ngerasain juga beberapa saat jadi orang tertinggi di P. Jawa, secara Semeru adalah Gn. Tertinggi di P. Jawa. Dan dari puncak sini semua gunung-gunung terlihat jelas. Yang gw kenalin siy cuma bromo, karena bentuknya yg beda. Pemandangan ini benar-benar AMAZING...!! Perjuangan selama dalam perjalanan, terbayar semua. Berdiri diatas gumpalan awan, tiada henti aku berucap syukur...


Boomm...!! aku berlari kaget. Ternyata wedus gembel dari kawah ”jonggring saloko”. Ich... ngeri juga. Beberpaa saat kemudian, boom... kali ini bunyinya lebih keras... gumpalan asapnya juga lebih tebal. Kami langsung ambil posisi buat foto2.



09.00 – 01.30 Puncak Semeru – Kalimati
Meluncur turun dengan cepat, karena khawatir ada badai angin. Dalam cuaca yang sulit diprediksi seperti ini, kemungkinan badai angin bisa terjadi. Benar aja, ketika kami sampai dibadan gunung, kabut tebal mulai menyapa. Kami tetap bergerak dan menjaga jarak agar tidak tertinggal ataupun nyasar. Ehm, perjalanan turun lebih mudah, serasa main ski atau main perosotan ya? Apa aja boleh.... he he.

01.30 – 15.00 Ishoma @ Kalimati
Sampai di kalimati, buru2 cari air... haus menerjang, persediaan air kami dah abis sejak di puncak. Eh, dasar rejeki, dikasih es buah... masyaALLAH. Makasih yak.. makasih...
Masak, makan, trus siap-siap ke Ranu Kumbolo. Kami berencana nge camp disana, selain mudah untuk mendapatkan air, juga mudah untuk kembali ke Ranu Pani. Paling tidak separo perjalanan lagi...

15.00 – 18.00 Kalimati – Ranu Kumbolo
Dibawah gerimis hujan dan letih yang belum hilang, kami kembali berjuang menuju ranu kumbolo.
Nge-camp @ Ranu Kumbolo. Pagi-pagi.. nyaris ga bisa bangun. Badan dah kaya digebugin preman sepasar... remug mug mug, kaku!! Gw harus paksain bergerak pelan, bisa. Gw paksa lagi keluar tenda & nyuci nesting. Bisa juga. Nga kebayang kan kalo harus digendong?? Lagian siapa yg mau gendong.. GR..!! Jose membangkitkan semangat yang lain dgn memutar lagu dari hpnya. Dan lagu slank – ’Alami’ terdengar.... GW suka banget.
Feel nya dapet banged...!

Hijau lepas memandang
Daun dan pohon liar
Burung biru melintas
Kutak tau namanya …

Tapi indah … indah sekali
Oh indah… sampai ke hati
gunung tnggi menjulang
dingin menghembus tulang
burung kecil bernyanyi
kutak kenal namanya

Tapi merdu…..merdu sekali
oh merdu…sampai di hati2X
Bodohnya aku … yang tak mengenal dan mengerti
Sungguh bodohnya aku …
yang gak mau belajar bersahabat
Dengan alam … ooo …

Angin bertiup pelan
Serangga bersahutan
Kupu hitam yang terbang
Tak mengerti jenisnya …

tapi cantik … cantik sekali
Oh cantik … sampai di hati
tapi merdu……merdu sekali
oh merdu……..sampai di hati
tapi indah……indah sekali
oh indah…….sampai ke hati

Lanjut masak, nasgor ala chef Yeti and chef Rahmat. Nasi perang, serbuuuu...!!
Makan udah, nge teh udah, nyuci nesting udah. Giliran cuci muka dan gosok gigi di danau. Pas baru kelar, eh ngelihat yang kuning2... HiYaKs..!! ampun deh tuh orang...!! nga tau apa ini satu-satunya sumber air kita. Kenapa ga dibalik rerumputan siy? GOKIL tuh orang...!!
Lemes deh gw....


Day # 07> Thursday, 23 Sept 2010

11.00 – 15.00 Ranu Kumbolo – Ranu Pani
15.00 – 17.00 Stay @Ranu Pani
Makan bakwan malang sambil nunggu rombongan. Lanjut ngobrol sama penduduk setempat...
Seorang bapak bertanya ”Ngapain to mba naik gunung ujan-ujan, kan capek?”
"loh itu mbak’e kan pecinta alam..." sahut ibu yang duduk disebelahku dan akupun hanya melempar senyum mendengarkan mereka, tanpa jawaban.
Kalo dipikirin benar juga ya...!! hayo ngapain coba, naik gunung kan cape...??
pilihlah jawaban yang benar...
a. menikmati alam
b. penasaran
c. cita-cita
d. pelarian

17.00 – 02.00 Ranu Pani – Malang – Surabaya – Maospati – Magetan.
Berpisah dengan rombongan sebelum Pasar Tumpang. Gw, Rahmat & Siska bareng menuju Magetan. Mampir lagi silaturahmi keluarga. Diterminal Surabaya, keneknya menanyakan arah tujuan kami. Magetan. Eh malah disangka mau ke Gn. Lawu, sengkleh..!! xixi...

Day # 08> Friday, 24 Sept 2010

Stay @ Magetan dan memilih tedoorr. Sementara, Rahmat jalan2 ke Telaga Sarangan, Gn. Lawu, naik motor cuma 30 menit aja dari rumah.

Day # 09> Saturday, 25 Sept 2010

Magetan – Jakarta
Gara-gara ngirit, gw dijahit deh. Naik bis yang super duper ngebut, tanpa air suspension. Gw yang duduk di depan, bangku pertama sebelah kiri dekat kaca, tepat diatas ban depan, udah berasa nga nyaman dari awal. Eh, kejadian deh…!! Di daerah SukaMandi, tuh bis ngebut abis. Jalanan Pantura yang ga jelas, banyak lubang2…tiba2… Prrraaaannkkkk… kaca disisi kiriku pecah. Sepertinya ban depan melewati lubang yang cukup dalam. Waktu kejadian gw gi tidur. Kaget & terbangun… darah dah dimana2. Ampyun deh… Jam 3 pagi acara jahit-menjahit deh di UGD Suka Mandi. Kenang2an abadi dari Semeru, ditangan kiri. Sip deh… !!


Day # 10> Sunday, 26 Sept 2010

07.00 – 07.40 Akhirnya, sampai juga dirumah. I really miss my home sweet home. Disambut senyuman & tatapan aneh mamak.
Kenapa mak? Pangling yak? Anaknya udah keling !!He he he....

The EnD

Next Destination : Rinjani... mau ikut? nyok..nyok..nyok...!!

Kamis, 07 Oktober 2010

Mountain Climbing


Day # 01 >  17 Sept 2010

Pukul 20.45 kereta api jurusan Jatinegara – Malang sudah berangkat semua, yang tertinggal hanya kereta ekonomi jurusan Jatinegara – Yogya. Setelah berdiskusi dengan tim; Jhawa, Tole, Dwi, Ayu, Jose sepakat untuk nginep di stasiun dan menunggu kereta ke Malang besok siang. Sementara adik gw memutuskan untuk pulang ke rumah & balik keesokkan harinya. Eehmmm... berpikir, berpikir & berpikir. Kayanya gw nyolong start aja deh, akhirnya gw & my bro ’rahmat memutuskan untuk beli tiket yang ke yogya, sekalian mampir ke solo tempat Om. Akhirnya, dengan rada ga enak ati, gw pamitan deh ma teman2 &  janjian untuk ketemu di Malang hari Minggu, 19 Sept 2010.

Ternyata oh ternyata, kereta yang gw naikin...over load. Phuuuuhh.... crowded setengah mampus..!! gw n adik berdiri berjejal dengan carrier se-gede2 gaban...!! aahhhh..!! sejurus kemudian, kami keluar gerbong menuju ke arah gerbong yang paling belakang. Tetep aje penuh sesak. Sementara kepala stasiun sudah mulai memberitahukan bahwa kereta akan segera berangkat. Huft... dengan sigap gw mulai menaiki gerbong dan mencari celah untuk duduk di sela-sela, lorong antara tempat duduk yg sebelah kiri & kanan. Jadilah kami duduk dilorong. Ehhm... Enjoy aja..!! meskipun kepadatan terus meningkat seiring dengan sering berhentinya kereta di setiap stasiun....Phuuuuuuuhhhhhh....35 ribu koq minta nyaman...!!?? ono-ono wae...


Day # 02 >  18 Sept 2010

            Kereta tiba di Gombong ba’da subuh sekitar jam 5.20 pagi, banyak penumpang yang turun. Alhamdulillah, akhirnya gw & adik dapet tempat duduk deh...ngerasain juga  jadi penumpang ’bener’.
            Sekitar jam 7.30 sampailah kami di stasiun tugu – Yogya. Pepsi skaligus bersih-bersih diri trus ciao deh ke Malioboro, yang jaraknya dekat banget dari stasiun, sekitar 200 meter. Makan pagi sekaligus cuci mata...!!! pengen banget belanja, tapi ga mau berat, coz belom nyampe ke tujuan utama. Beliin oleh2 buat ponakan aja deh, kaos dagadu 2 pcs. Sebenarnya pengen ktemuan ma de say - aku yang kebetulan ”pas” lagi ada di Yogya, tapi ternyata doi dah prepare untuk balik ke Jakarta. Ya sutra lah...mlaku-mlaku neng malioboro ae...

berjalan dari stasiun tugu yogya menuju malioboro
pengennya siy belanja, tp apa daya..???


Yogya – Sragen
            Setelah menghabiskan waktu berjalan-jalan di Yogya, kami melanjutkan perjalanan ke Sragen, tempat Om (adiknya nyokap). Duh, serasa backpacker banget niy... secara bawa-bawa carrier kemana-mana..!! uhuuuyyy..!
Sms-an ma ponakan minta dijemput dekat terminal Sragen. Jam  2 an aku dah sampe di tempat tujuan. Saatnya MakSiAt (Makan Siang & Sholat)...dilanjutkan dengan istiraHaT.





Day # 03 >  19 Sept 2010

Rute yang dilalui hari ini sbb:
07.00 – 12.00              Sragen – Jombang
Dilalui tanpa hambatan yang berarti, hanya saja  Bus ”Sumber Kencono” ekonomi non AC harganya ternyata lebih mahal dari yang AC. he he.... Ketipu ni ye?? Koq kemaren dr Yogya – Sragen, bis yang sama, AC pula... bisa lebih murah ??!! wis ah itung2 sedekah..!! *sedekah koq ngedumel..!!*
13.30 – 17.00              Jombang – Arjosari Malang
Sebenarnya niatnya mo lewat Surabaya, tapi koq muacet ya?? Yowes turun di Jombang ae... lagian kalo ke Surabaya, berasa muter2 getoo...ya ga sich? sambil inget2 lagi gambar peta pelajaran IPS waktu SD. Sayangnya.... dijombang itu, bis ”Puspa Indah” banyak banget penggemarnya..!! jadi  rebutan...!! akhirnya setelah lelah menunggu giliran, gw & my bro nekat naik bis yg ketiga, tetap dlm keadaan penuh. Gw duduk disamping pa supir, tepat diatas mesin... puanas..! tapi masih lebih baik, dapat duduk. Rahmat berdiri selama kurang lebih 4 jam. Wkwkwkw... kuacian deh.
Hujan deras... gerimis... deras lagi... tak berhenti menemani kami yang "dingin diluar, panas didalam". Hampir semaput!! Laper, puanas, dingin, gerah, campur-campur, semua deh ada disini. Bis tetap melaju, tak peduli cuaca... melintas, melewati coban rondo... koq jd pengen turun ya?? Huuu... apa2 koq pengen. Latah!!

It’s Sunday and the last holiday. So, it’s terrible traffic on downtown Malang. Ampyuuuunn...!! Sementara teman2 gw yang dari Jakarta dah nyampe dari tadi. So, yang tadinya kita janjian di Pasar Tumpang, akhirnya mengganti ”meeting point” di Ranu Pani. Sms an jalan terus... jangan sampe kehilangan jejak.

17.00 – 18.00              Arjosari –  Pasar Tumpang
Sampe di Arjosari... ada yg lutju!! Turun dari bis, koq ada yang aneh!! Ho ho ha ha... sepatu gw jebol, ga cuman satu... tapi dua-duanya! Kepanasan kali ye... di atas mesin. Padahal niy sepatu paling wuoke, aman, nyaman,  branded pula..!! tapi nga ngaruh. Waktunya jebol mah jebol aje! Sementara perut nga bisa lagi diajak kompromi. Sambil berjalan tertatih-tatih, berpura-pura ”everything is OK”... kami mendekat ke arah para penjaja makanan pinggir terminal. Aku memilih lontong soto + tahu petis. Melahap semua dengan rakusnya, ehm... lapaarrrrr  banget. Begitu pula dengan my bro... sama rakusnya..!! ha ha... 11 12.. akur kalo gi laper. Next, cari2 toko u/ beli sendal. Kebetulan ada, di depan terminal. Alhamdulillah... sepatu masuk ke tas, berganti dengan sendal jepit. Lumayan lah...
Perjalanan berlanjut dengan Angkot putih menuju Pasar Tumpang. Biasalah proses ngetem mengetem menambah panjang waktu tempuh yang seharusnya cuma 45 menit melar jadi 1 jam. TN aja deh...
Seiring azan Maghrib, sampailah kami di pasar tumpang. Pasarnya  ramai juga, mungkin karena masih suasana lebaran. Petasan yang meluncur ke atas, dar der dor... menambah riuh suasana. Belum lagi suara kencang dari speaker penjual cd yang bolak-balik menyetel lagu ”keong racun ” &  ”cinta satu malam”... itu-itu melulu.. sampai-sampai tertanam di otak ku..!! huh..!!
Dari Pasar Tumpang menuju Ranu Pani, saatnya off road,  naik jeep bow..!! tapi jumlah penumpang harus 15 orang atau kalo tidak mencapai quota ya mau ga mau... sewa 450rb. Ehmm... karena gw cuma berdua my bro, jadilah kita menunggu penumpang yang lainnya, entah sampai kapan???
Sambil menunggu di pos pendakian, masih di area pasar, kami diberitahu oleh mas Nanang & mas Herman untuk mengurus semua syarat pendakian, diantaranya surat sehat, fotocopy ktp 2 lembar, dll. Gw bergantian dgn Rahmat mengurus surat sehat di UGD yang jaraknya rada jauh juga. Setelah Rahmat selesai mengurus surat sehat & fotocopy, giliran aku  berjalan menyelusuri pasar, lurus... ke ujung lalu belok kiri, UGDnya di sebelah kiri. Sepi...aku mencari kamar mandi dulu, ternyata letaknya diujung... dekat kamar mayit... hiiii...!! ga papa deh, yang penting selesai semua urusan, pepsi, cuci muka, bersih2, wudhu... all in one.  Cek kesehatan, hasilnya darah rendah... tanpa ba bi bu, keukeuh nge lobby langsung ke Dr... ”itu karena saya belum makan dok... ” sambil memberi senyum terdasyat and ngobrol santai, mudah2an strategiku berhasil!! Please... keluarkan surat sehatnya, teriakku dalam hati. Takut banget kalo-kalo pak Dr nga mau mengeluarkan salah satu syarat itu. Bisa gagal pendakian.... hiks!! Akhirnya, surat sakti itupun keluar juga. Alhamdulillah... makasih buanyak ya pak Dr.... !! Berjalan riang aku kembali ke pos, mampir beli sate n teh manis... makan rame2 deh di pos sambil ngobrol sama anak2 aremania. Jumlah pendaki belum bertambah... masih gw & rahmat. Mendekati jam 9 malam, 1 jeep penuh penumpang turun dari arah Ranu Pani. Akhirnya berita gembirapun tiba.... mas herman bilang pengemudi jeep tsb, tinggal di Ranu Pani &  ingin segera langsung pulang ... jadi diajaklah kami bersamanya. Tadinya sempat juga anak2 aremania itu menawarkan diri untuk mengantar kami, tapi..?? naik motor ujan2 gini..?? ga cihuy kalie... ntar blom sampe semeru dah bengek!! Ich ga de ah...

Beli bekal u/ dijalan, loading,  pamitan ma teman2 yg banyak membantu + menemani ngobrol, then  go...!! mampir di Resort Pengelolaan TN II, Tumpang untuk  mengurus perijinan, membayar karcis masuk, surat ijin, dll ... Rp 26 ribu u/ 2 orang.   Proses registrasi ini adalah hal yang WAJIB dilakukan untuk memudahkan monitoring para pendaki. Lima belas menit berlalu, kami pun melaju. Kami bertiga duduk didepan, carrier ditumpuk dibelakang, ditutup terpal & diikat. Aman. Hujan yang lumayan deras menguyur wajah bumi....sawah dikanan kiri, aspal jalan, perumahan penduduk, pejalan kaki...semuanya basah... terkecuali kami yang terlindungi atap jeep.

Melewati kota, menuju pedesaan.... melewati lembah, dengan pohon2 besar disetiap sisinya. Udara dingin mengalir masuk, entah darimana?? Padahal pintu dan jendela tertutup rapat. Pak sopir mulai menarik kain sarungnya. Aku mulai memperbaiki posisi duduk, supaya lebih nyaman. Rahmat terlihat sudah memejamkan matanya. Penerangan jalan, sudah tidak maksimal lagi. Benar-benar seadanya. Masuk ke jalan yang berbatu.... penuh dengan lubang-lubang besar...yang tidak terlihat karena sudah tergenang air. Pak sopir yg cekatan di belakang kemudi, sangat hafal dengan rute ini. Hebat..!! He’s really expert. Tubuh kami mulai bergoyang-goyang... mengikuti irama gendang...!! ho ho... bukan lah. Bergoyang karena jalanan yang rusak parah. Dan tiba-tiba... tepat dibawah pohon besar, mobil berhenti. Pet... lampu mobil juga mati. Gelap gulita... tanpa penerangan sedikitpun. Lembah atau jurang ya..? dikedua sisi kami..?? ehm... horor..!! Pak sopir berkali-kali mencoba menstarter mobilnya. Tidak juga berhasil. Ia pun keluar dari mobil membuka kap mesin, rahmat dgn sigap mengeluarkan senter besar dari carrier di belakang mobil. Menyoroti mesin, pak supir mencoba mengotak-atik  sesuatu. Ehm... tetap tidak berhasil. Hujan masih setia menemani kami... menambah suasana jadi mencekam..!! ha ha... LeBaY..!!
Setelah berbagai upaya dilakukan... termasuk dorong, dan aku bantuin nginjek gas + rem...!! jadi sopir dadakan.. di gunung pula..!! ha ha.... mobil melaju kembali... dgn penerangan seadanya. Lampunya nga kuat... mungkin akinya tekor... au ah gelap... mana ngerti gw soal mesin..!! itu kan urusan laki2...!!

Setelah mogok 3 kali... akhirnya sampai juga gw & rahmat di ranu pani sekitar jam 11 malam. Phuuuuhh... perjalanan yang melelahkan...

(To be continued...)

Jumat, 13 Agustus 2010

Long Life Learning - II

YOU LEARN
(by Alanis Morissette)

I recommend getting your heart trampled on to anyone
I recommend walking around naked in your living room
Swallow it down (what a jagged little pill)
It feels so good (swimming in your stomach)
Wait until the dust settles

You live you learn
You love you learn
You cry you learn
You lose you learn
You bleed you learn
You scream you learn

I recommend biting off more then you can chew to anyone
I certainly do
I recommend sticking your foot in your mouth at any time
Feel free
Throw it down (the caution blocks you from the wind)
Hold it up (to the rays)
You wait and see when the smoke clears

You live you learn
You love you learn
You cry you learn
You lose you learn
You bleed you learn
You scream you learn

Wear it out (the way a three-year-old would do)
Melt it down (you're gonna have to eventually anyway)
The fire trucks are coming up around the bend

You live you learn
You love you learn
You cry you learn
You lose you learn
You bleed you learn
You scream you learn

You grieve you learn
You choke you learn
You laugh you learn
You choose you learn
You pray you learn
You ask you learn
You live you learn


A great song from one of my fav. singer "Alanis Morissette".
Why did I choose red as the text color?
Coz I felt the spirit, anger, revival but then most of all... 
the content of the song itself  "TO LEARN".